Text
Wahdatul Wujud Menurut Al Hallaj dan Mulla Sadra (Studi Komparatif)
Dalam skripsi ini akan membahas Wahdatul Wujud menurut Al-Hallaj dan Mulla Sadra. Al-Hallaj merupakan salah seorang tokoh sufi yang mati karena pemikirannya tentang wujud yang ekstrim. Ada juga Mulla Sadra yang merupakan tokoh filosof Islam yang meneruskan dan membahas wahdatul wujud atau wujud yang hakiki. Membahas hal tersebut, maka uraian dalam skripsi ini berangkat dari masalah bagaimana pandangan Al-Hallaj dan Mulla Sadra tentang wahdatul wujud?
Dengan jenis penelitian liberary research menggunakan metode penelitian kualitatif, teknik analisis induktif, dan komparatif, dan metode pendekatan yaitu sufistik dan teologis.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Wahdatul wujud menurut Al-Hallaj dalam konsep hululnya adalah dalam diri Tuhan dan manusia terdapat dua sifat ketuhanan dan kemanusiaan dengan begitu persatuan antara Tuhan dan manusia bisa terjadi dan persatuan tersebut di dalam falsafat Al-Hallaj membentuk konsep hulul atau mengambil tempat. Sedangkan Wahdatul wujud menurut Mulla Sadra adalah semua yang ada merupakan wujud, baik itu Allah, alam, dan manusia. Tetapi dibedakan oleh tingkatannya dari kekurangan, kesempurnaan, nyata, dan tersembunyi yang memiliki sifat khusus. Akan tetapi wujud yang hakiki menurut Mulla Sadra hanya Allah.
Dari kesimpulan yang diperoleh disarankan agar hendaknya kita tidak henti-hentinya belajar, mengkaji segala ilmu yang Allah berikan kepada manusia. Mengembangkan kemampuan, potensi yang kita miliki agar kita tidak mudah terpengaruhi pemikiran-pemikiran dari tokoh-tokoh Tasawuf maupun Filsafat.
Tidak tersedia versi lain