Text
Adat Pesta Nelayan pada Suku Mandar di Desa Ogotua Kec. Dampal Utara Kab. Toli-toli Ditinjau dari Perspektif Islam
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Alasan masyarakat mandar di desa Ogotua Kec. Dampal Utara Kab. Toli-Toli melakukan Adat Pesta Nelayan, karena suku mandar sangat menghormati dan menghargai kebiasaan yang telah diturunkan nenek moyangnya hingga dilestarikan sampai saat ini. 2) Proses pelaksanaan adat pesta nelayan dimulai dengan rapat tokoh adat dan para nelayan untuk membahas proses mulai penentuan hari pelaksaaan, pelaksanaan sampai akhir pelaksanaan, selanjutnya para nelayan akan menghiasi masing-masing kapalnya dengan berbagai pernak-pernik, kemudian satu hari sebelum atau pagi hari di hari pelaksaan akan diadakan penyembelihan kambing oleh salah satu tokoh agama (imam masjid) di Tanjong (Tanjung) TPI Ogotua yang dilanjutkan mengambil sebagian darah hewan lalu dicampur dengan tepung sagu, kemudian kambing yang disembelih tadi dimasak dengan berbagai makanan diantaranya sokkol, buras, atupe (ketupat), tallo (tehir), dan sajian lainnya yang disatukan dalam satu kappar (nampan besar). Setelah itu sajian yang telah dimasak dan darah kambing hasil sembelihan tadi yang telah dicampur dengan tepung sagu akan dikumpulkan di Boyyang Kayyang (Rumah Besar) untuk dibaca (didoakan) dengan doa-doa barzanji, kemudian dilanjutkan dengan proses Maccera' Kappal yaitu tokoh adat mengoleskan darah dan campuran tepung sagu pada satu kapal di beberapa bagian, lalu diikuti oleh para nelayan mengoleskan ke kapal asing- masing, kemudian diakhiri dengan makan bersama semua pihak yang hadir pada acara pesta nelayan tersebut. 3) Perspektif Islam tentang adat pesta nelayan di Desa Ogotua Kec. Dampal Utara Kab. Toli-Toli ini tidak bertentangan atau diperbolehkan dalam syari'at Islam terutama dari segi aqidah, sebab pelaksanannya berbentuk tasyakuran
Tidak tersedia versi lain