Text
Mitos Kecantikan dalam Iklan (Studi Kecantikan dengan Pendekatan FIlsafat Kritis)
Penelitian mi mengarah pada kesimpulan bahwa keberhasilan reproduksi industri kosmetik tidak bisa dilepaskan dari peran penting beberapa ideologis Seperti idelogi rasisme atau warnaisme yang menciptakan rasa tidak percaya diri pada perempuan berkulit gelap lewat kurangnya representasi orang orang berkulit gelap di media iklan Hal ini masih sering terjadi di negara negara Asia seperti Indonesia, Korea Selatan, China, India, dan lamnya Industri kosmetik juga memanfaatkan ide kelas sosial Bagaimana penampilan seseorang dapat menentukan posisi kelas ekonomi mereka di masyarakat Karena kecantikan sekarang bisa dibeh dan tidak lagi bergantung pada faktor genetika Sehingga status ekonomi seseorang bisa dilihat dari seberapa menarik penampilan mereka Hal ini kemudian melahirkan perilaku konsumtif.
Tidak tersedia versi lain