Text
Perempuan dalam Pandangan Fatima Mernissi (Analisa Hermeneutika)
Sepanjang zaman perdebatan tentang perempuan menjadi objek topik tidak ada habisnya baik dikalangan akademik, masyarakat maupun para intelektual. Ada banyak pertanyaan yang mewakili permasalahan perempuan hingga zaman ini misalnya mengapa perempuan masih menjadi The Second Human Being (Manusia kelas dua) dalam segala aspek. Posisi perempuan berada di prioritas laki-lakı tıdak tercipta sejak peradaban-peradaban kuno. Justru pada masa itu peran perempuan berada setara dengan laki-laki. Berbagai perbedaan data Arkeolog membuktikan, Dalam masyarakat Indian Iroquis misalnya, kedudukan perempuan dan laki-laki benar-benar setara. Bahkan, semua laki-laki dan perempuan deawasa otomatis menjadi anggota dari dewan suku, yang berhak memilih dan mencopot ketua suku. Jabatan ketua suku dalam masyarakat Indian Iroquis tidaklah diwariskan, melainkan merupakan penunjukan dari warga suku melalui sebuah pemilihan yang melibatkan semua laki-laki dan perempuan secara setara. Keadaan ini berlangsung sampai jauh ke abad-19. Dalam masyarakat Jermania, ketika mereka masih mengembara diluar perbatasan dengan Romawi, berlaku juga keadaan yang sama. Kaum perempuan mereka mimiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kaum laki-lakinya. Peran yang mereka ambil dalam pengambilan keputusanpun setara karena setiap perempuan dewasa adalah juga anggota dari Dewan suku. Demikian pula yang berlaku ditengah
Tidak tersedia versi lain