Text
Konsep Makna Hidup dalam Tasawuf Jalaluddin Rumi dan Psikologi Viktor Frankl
Dalam skripsi ini, kita akan menyelami pertanyaan mendasar tentang makna hidup melalui dua perspektif tokoh dengan disiplin keilmuan yang berbeda yakni Tasawuf Jalaluddin Rumi dan Psikologi Viktor Frankl dengan tujuan menjabarkan pandangan kedua tokoh tersebut tentang makna hidup serta bagaimana pandangan tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan. Berkenaan dengan hal tersebut, maka uraian dalam skripsi ini berangkat dari masalah bagaimana Konsep Makna Hidup dalam Tasawuf Jalaluddin Rumi dan Psikologi Viktor Franki?, dan bagaimana implementasi Konsep Makna Hidup dalam Tasawuf Jalaluddin Rumi dan Psikologi Viktor Franki dalam kehidupan?. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan (Library Research). Dengan teknik pengumpulan data yang melibatkan melihat buku, literatur, dokumen dan laporan yang relevan dengan masalah yang sedang dipecahkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalaluddin Rumi tidak secara eksplisit mendefinisikan makna hidup melainkan berpandangan bahwa manusia akan mengetahui makna hidup melalui perjalanan cinta. Untuk sampai pada tahap cinta manusia harus melewati berbagai tahap yakni taubat, sabr, syukur, raja, khauf, fagr, zuhud, dan mahabbah ma'rifah. Begitu pun dengan Viktor Frankl, beliau juga tidak secara eksplisit memberikan definisi terkait makna hidup. Setiap manusia mempunyai kebebasan membangun makna sesuai apa yang dia inginkan tetapi dibalik kebebasan tersebut manusia harus bertanggung jawab atas resikonya. Dalam pandangan Viktor Franki setidaknya ada tiga jalan untuk menemukan makna hidup yakni lewat kreativitas, pengalaman, dan sikap Dari kesimpulan yang diperoleh disarankan agar kita memaknai hidup dengan positif. Kesalahan dalam menempelkan makna dapat berpengaruh pada kualitas hidup.
Tidak tersedia versi lain