Text
Fenomena Bullying dalam Perspektif Filsafat Moral Immanuel Kant
Penelitian ini menggunakan metode deduktif dan deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan filsafat moral Immanuel Kant untuk memahami fenomena bullying, terutama memandang tentang bagaimana lingkungan sekitar seperti orang tua, teman sebaya, yang mempunyai peran penting yang mempengaruhi moralitas seseorang. Hasil penelitian ini mengarah pada kesimpulan bahwa bullying tidak bisa dilepaskan dari peran penting orang tua dalam mendidik anak, lingkungan setempat, serta budaya feodal yang masih mengakar hingga saat ini. Anak yang dididik di lingkungan yang buruk akan mudah menjadi pelaku bullying. Karena mereka tidak terbiasa dididik mengunakan hati nurani mereka dengan baik. Oleh karena itu mereka tidah mempunyai empati terhadap sesama. Tindakan mereka dikendalikan oleh lingkungan sekitar karena itu tindakan pelaku bersifat heteronom. Tindakan bullying juga merupakan tindakan yang tidak bermoral karena menjadikan manusia sebagai alat bukan sebagai tujuan. Hal ini sangat di tentang oleh Kant dengan teori imperatif kategorisnya. Dengan memahami filsafat moral Immanuel Kant dalam melihat bullying diharapkan banyak orang yang memahami bahwa tindakan bullying sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Dengan memahami pemikiran moral Immanuel Kant individu diharapkan bertindak berdasarkan kewajiban moral tanpa memperhatikan hasil atau keinginan pribadi. Semoga pengetahuan ini membantu mendorong tindakan yang diarahkan pada keadilan dan kesejahteraan bersama.
Tidak tersedia versi lain