Karya ini mengkaji gagasan epistemologis seorang ulama 'radikal' dari kurun abad pertengahan: Najmuddin Thufi. Seorang ulama yang gelisah dan tertindas. Gelisah, karena dirinya merasa tak tenang berkenaan dengan dualisme antara teks hukum Islam (fikih) dan realitas yang ia rasakan mengalami relasi tarik-menarik. Tertindas, karena sebagai dampak dari gagasannya yang 'progresif dalam bidang pemikā¦